Manfaat Sholat Bagi Kesehatan

Pernahkah kita berpikir bahwa gerakan rukuk,sujud, duduk antara dua sujud serta tahiyat awal dan akhir berhubungan dengan kesehatan dan kejiwaan?

Baru-baru ini, peneliti dari Universitas Malaya (UM), Malaysia,membuktikan shalat yang diwajibkan kepada umat Islam setiap hari, terbukti mempunyai dampat fisik dan mental Terutama meningkatkan kesehatan manusia.

Para peneliti, yang terdiri dari Profesor Madya Dr Fatimahlbrahim, Profesor Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew CheokNg Siew Chok menggunakan cara penelitian guna mengukur gerakan shalat dengan memakaikan topi elektronik untuk dapat merekam kegiatan gelombang otak. Kajian juga merekam nilai terapi shalat terhadap si pelaku, termasuk dari segi system kardiovaskular, komposisi tubuh, isyarat otak dan aktivitas otot.

Hasil penelitian, menurut Wan Abu Bakar, didapati bahwa ada banyak hal positif jika seseorang melakukan shalat. Hasil penelitian ini, baru-baru ini dibukukan dengan judul Shalat: Kebaikan Dari Perspektif Sains. Terbit edisi Melayu dan Inggris. Yang lebih menarik, manfaat kesehatan shalat tak hanya pada orang Islam semata. Orang non- Muslim pun dapat memperoleh efek positif dengan gerakan shalat.

Sebelum ini, penelitian tentang shalat sudah pernah dilakukan ilmuwan Indonesia. Prof Dr. Mohammad Sholeh, dosen lAIN Sunan Ampel Surabaya, melakukan penelitian tentang efek shalat tahajjud.

Dalam penelitian beIjudul, “Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”, Prof. Sholeh mengambil sampel darah 51 siswa SMU Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Selama dua bulan, aktivitas taha.iiud ini dilakukan. Di masa akhir , hanya tinggal 19 siswa saja yang sanggup bertahan meIakukan shalat tahjjud selama dua bulan secata rutin.Hasilnya, pelaku yang rutin melakukan tahajjud semakin meningkat kekebalan tubuhnya dan memungkinkan sulit kena penyakit dari yang sekedar infeksi sampai kanker. Dengan rajin shalat tahajjud,memungkinkan peningkatan hormon serotonin, epinefrin, endorphin dan cortisol. “Hormon-hormon ini yang membuat orang menjadi tenang dan merasa tenteram,” ujar Sholeh.

Penelitian serupa pernah dilakukan tiga doktor kesehatan dari Universitas Hokkaido di Jepang. Mereka adalah; Mohammed Faruque Reza, Yuji Urakami dan Yukio Mano, yang mendapati bahwa posisi tubuh shalat dapat merawat warga tua yang sakit tulang.

Kabar ini akan memberi legitimasi baru, bahwa perintah ibadah yang datangnya dari Allah SWT , satu pun tak pernah sia-sia dan sangat bermanfaat bagi manusia sendiri. *CholisAkbar/Suara Hidayatullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: