Meminimalisir Riba

Entah mengapa tiba-tiba saja dua setengan tahun yang lalu,saya memutuskan untuk mengambil perumahan yang nyata-nyata bank yang sudah ditentukan oleh developer adalah bank konvensional,
alias bukan bank syari’ah. Rupanya syetan telah berhasil membujuk nafsu akan dunia untuk memutuskan kredit perumahah non syariah dalam hati saya. Oh iya, saya teringat, bahwa alasan pertama untuk memutuskan KPR perumahan adalah adanya isu-isu penggusuran rumah di Jakarta Timur yang nyatanya sekarang masih saya tempatin, belum ada penggusuran.

Itulah manusia, kadang ,belum terjadi sudah kalangkabut duluan, tidak  memikirkan dengan matang, mana syar’i dan bukan syar’i, sampai-sampai  harus memutuskan KPR non syariah. Ditambah pihak sales developer, yang dengan kepandaian lidah dan manisnya rayuan, membuat banyak orang tertarik untuk memutuskan KPR. Dengan DP dua tahun lah, diskon lah, door price lah . Padahal kalau dipikir-pikir dengan matang dan jernih, itu DP, diskon, door price berasal dari  uang muka kita yang telah dipotong.

Nasi sudah menjadi bubur, dengan menyadari kekeliruannya, sejak memiliki hutang KPR, saya berusaha meminta ampunan kepadaNya atas kekeliruan ini, walau dihantui perasaan berdosa dan was-was kalau tidak bisa membayar utang. Waktu terus berlalu, saya berusaha untuk terlepas dari jeratan hutang bank konvensional, dengan mencoba menawarkan untuk menjual rumah tersebut. Toh itu bukan rumah yang sedang saya tempatin sekarang. Saya coba tempel di depan rumah dengan kalimat singkat “Dijual, Hubungi..”. Banyak juga yang telp dan SMS, namun sampai sekarang belum juga ada  yang deal. Entah karena harganya yang mahal, atau memang sukanya orang ,hanya iseng pingin tahu harga rumah. Tapi memang saya akui, harga rumah di sekitar itu sudah mahal, karena di depan jalan utama berseberangan dengan masjid Jami Al-Muhujarin dan SMUN yang baru didirikan, ditambah deretan ruko-ruko Alfamart, Indomart.

Sejak memiliki KPR non syariah itu, saya berusaha membacanya tiap pagi dan petang seperti yang diajarkan oleh guru-guru ngaji untuk membaca doa Almatsurot agar terbebas dari hutang, pagi minimal 3 kali dan sore juga 3 kali. Yang kalau diterjemahkan : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)

Dua tahun berlalu, akhirnya kami (saya dan istri) memutuskan agar rumah tersebut dikontrakan. Lumayan daripada rusak tidak terawat. Sambil berusaha mencari solusi agar rumah tersebut cepat lunas, tidak lain dan tidak bukan, menyisihkan dari gaji bulanan alias menabung. 

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” QS.3- Ali-Imron 26-27. 

Nampaknya hasil dari menabung, kurang banyak untuk melunasi hutang tersebut. Sesuai dengan ayat di atas, dan doa Almatsurat agar terbebas dari hutang, dengan kuasa Allah SWT, saya ditugaskan ke luar negeri sehubungan adanya program baru di tempat kerja, yang mengharuskan training di luar negeri lebih kurang 3 bulan setengah.

Alhamdulillah, sepulang dari training, masih ada uang saku , walaupun  masih  belum cukup untuk melunasi hutang.

Masih ada satu cara lagi untuk melunasi hutang dari KPR konvensional. Saya harus meminjam dari koperasi di tempat kerja, walaupun tidak 100% syar’i, setidaknya dapat menutupi kekurangan perlunasan hutang KPR dan mudhorotnya lebih kecil daripada bank konvensional. Satu bulan sudah saya ajukan proposal pinjaman tersebut. Dan hari ini saya mencoba menanyakan apakah bisa terealisasi pinjaman tersebut. Dan Alhamdulillah , pihak administrasi koperasi mengiyakan bahwa bulan ini akan cair pinjaman tersebut. Hari ini saya tersenyum. Mudah-mudahan doa yang tiap hari selama dua tahun segera dikabulkan, “terbebas dari hutang dan melunasi KPR non syariah”.

Astagfirullah.

Laailaha illa anta subkhanaka in ni kuntu minadz dzolimin.

Rob-bana dzolamna amfusa wa il-lam tagfirlana watarkhamna lanaku nan-na minal khosirin.

Khasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’ man nasyir.

(Jika dalam penulisan ini ada unsur yang dianggap riya atau tidak sesuai dengan tuntunan islam, saya mohon maaf. Bukan maksud saya atas hal tersebut. Mudah-mudahan ini ibroh, untuk tidak terulang kedua kalinya).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: