Majlis Ta’lim Mingguan Keluarga

Berangkat dari kondisi lingkungan yang  hampir tidak doyan dengan pengajian. Memang pengajian mingguan di lingkungan RT-Musholla masih ada, namun pesertanya semakin menurun jumlahnya. Begitu juga pengajian di Majlis Ta’lim Masjid(beda RT), wajah pesertanya itu-itu saja.  Ditambah pengajian ibu-ibu yang hanya sebatas baca yasinan yang tidak dibedah isi kandungannya, dan juga pengajian ibu-ibu yang biasanya sebelum pengajian dimulai, dibacakan sholawatan lewat speaker, plus dibumbuhi nyanyian bahasa Indonesia karangan ibu-ibu sendiri, mungkin bunyi syairnya seperti lagu indung-indung … Walhasil, pengajian ibu-ibu RT, walaupun udah  tetahunan pengajian ibu-ibu RT, yang namanya gibah/ngrumpi/ngomongin orang  masih doyan. Belum lagi, pakai jilbab hanya pas pengajian.

Dengan keprihatinan di atas, kami (saya, mertua saya H.Muchlis, dan suami adik ipar), mencoba memprakarsai Kajian Mingguan/Ta’lim Mingguan Keluarga. Mulai tanggal 20 Juni 2010, Minggu malam, bertempat di rumah mertua H.Muchlis. Dengan pengajar/pengisi Ta’lim oleh Ust Syaiful Bahri, yang langsung datang ke rumah. Insya Allah beliau adalah ustadz yang konsisten dengan Alquran dan Sunnah (Sunnah waljama’ah). Beliau juga mengisi Kajian Tafsir Jalalain (yang kitab aslinya berbahasa Arab dan gundul) di masjid dekat rumah. Tentu tidak sembarangan dan tidak semua ustadz mengajar Kajian Tafsir, kalau tidak kompeten dan harus menguasai minimal 5 ilmu(kalau tidak salah) : Bahasa Arab dg nahu sorofnya, Hadist, ilmu mantik, balagoh,dll.  Beliau adalah jebolan pesantren dari Banten yang hampir 15 tahun.

Alhamdulillah pengajian pertama berjalan lancar, yang dihadiri mertua dan istri, beserta anak, menantu dan cucunya. Materi yang diajarkan ilmu Tajwid, dimana satu persatu mencoba membaca Alquran untuk dicheck dan dibetulkan makhroj dan tajwidnya . Supaya tidak seperti katak dalam tempurung (benar menurut sendiri, pas didenger orang lain masih salah^-^).

Namun karena keterbatasan waktu, kajian fiqih yang seharusnya disampaikan malam itu, ditunda minggu depan, dan setelah belajar Tajwid, dilanjutkan  dengan  sebatas tanya jawab fiqih yang sering dan mendesak sehari-hari, seperti tata cara mandi hadast besar ^-^, wudhu, air  musta’amal. Insya Allah tiap minggu juga dilanjutkan dengan kajian Fiqih.

Kajian ini terbuka dan tidak menutup kemungkinan tetangga boleh ikut kajian ini, mudah-mudahan mereka ikutan, dan doyan dengan ilmu yang kudu ini, ilmu agama. Dan  yang terpenting mudah-mudahan kami sekeluarga tetap istiqomah dan diberi kesehatan. ”Robbaba Hablana min azwadzina wadhur riyatina qur rota a’ yuniw waj’alna lil mut taqiima imama (“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”).

Mohon dukungan dan doanya. Aamiiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: