Dimulai Dari Yang Kecil

Hampir sebulan sekali, saya pulang kampung dalam rangka silaturrohim ke orangtua dan saudara-saudara.

Dalam ramah-tamah dengan kakak, dia menceritakan tentang kemajuan kabupaten ini.

Motto : REMAJA (Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera) Indramayu.

Gebrakan yang dilakukan Bupati Indramayu :

1. Jauh sebelum batik sebagai pakaian seragam nasional di hari Jumat . PNS Indramayu sudah melakukan hal ini.

     (Batik yang terkenal, batik Cirebon atau batik Trusmi, karena berbatasan dengan Cirebon)

2. Bagi yang hendak melanjutkan ke tingkat SLTP. Setiap calon anak didik muslim, harus melampirkan sertifikat mampu membaca iqro dari Madrasah,yang  biasanya  dilaksanakan sore hari selepas pulang sekolah. (Walaupun hal ini kurang efektif, karena masih banyak orang tua yang membeli sertifikat)

3.  Hari Jumat,Bagi anak didik dan PNS muslimah, diwajibkan memakai jilbab.

      Gebrakan pemakaian jilbab bagi PNS & siswi muslimah ini, patut kita apresiasi. Sehingga muslimah akan terbiasa memakai jilbab. Ala bisa karena terbiasa.   Bahkan orangtuanya pun, ikut-ikutan memakai jilbab. Yang jelas tidak akan phobia terhadap islam. (Good Job, patut diacungkan jempol).

4. Setiap imam masjid dan marbot seluruh desa/kelurahan , mendapat subsidi perbulannya. Bukan hanya RT dan RW saja.

5. Sebelum pelajaran dimulai, bagi yang muslim di kelas, dilakukan pembacaam quran dan kultum oleh siswa – siswa. Termasuk PNS nya.

6. Bagi lulusan SLTA yang tidak mampu, namun berprestasi , lulus seleksi Perguruan Tinggi Negeri seperti ITB dan Kedokteran Unpad, dibiayai Pemda  walau setelah lulus harus ikatan dinas untuk mengabdi di daerah Indramayu (PNS).  Tidak percuma adanya pertamina balongan di Indramayu ini, kalau putra daerah tidak diperhatikan.

7. Bagi kepala sekolah berpendidikan terakhir S1, diberi kesempatan untuk melanjutkan S2.  Begitu juga guru-guru yang belum S1, diberi kesempatan untuk melanjutkan S1 (Walau hanya di Universitas Wiralodra Indramayu).

8. Dan masih banyak lagi.

Walaupun belum menerapkan syariat Islam secara kaffah, yang pasti sudah melakukan gebrakan yang berarti bagi kemajuan umat islam, seperti pemakaian jilbab, subsidi imam masjid dan marbot, siswa-siswa wajib bisa baca Alquran. Tak heran kalau Bupati dari daerah lain  sering melakukan studi banding ke daerah ini, yang dijuluki kota mangga.

Ach, saya jadi teringat hadist rosul tentang amar ma’ruf nahi munkar. Abu Sa’id Al-Khudri r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallôhu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya. Dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” ~ H.R. Muslim.

(Yang jelas, ketika saya pulang kampung ini, belum musim mangga  ^-^)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: