Ibadah Dalam Islam

http://think-essential.blogspot.com/2008/03/makna-ibadah-dalam-islam.html

Pemahaman seseorang tentang ibadah kadang terbatas pada aktivitas yg bersifat ritual saja seperti shalat, puasa, zakat dsb… Apa makna & syarat diterimanya ibadah? Dan bagaimana suatu pekerjaan atau perbuatan (hal yang halal atau mubah di luar peribadatan) itu bisa bernilai ibadah di sisi Allah swt?

Tujuan Penciptaan Manusia
Seseorang yg ditugaskan di suatu pos, tentu ia harus mengetahui apa sebenarnya tujuan ia ditempatkan di pos tersebut. Demikian pula dengan manusia, sudah sewajibnya kita tahu apa tujuan Allah swt menciptakan kita…

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (menyembah) kepada-Ku”. (QS. 51:56).

Kini jelaslah, bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin hanyalah untuk mengabdi & menyembah Allah, beribadah kepada Allah semata.

Makna Ibadah
Secara bahasa ibadah berarti tunduk dan taat. Sedangkan menurut istilah, ibadah berarti segala perkataan dan perbuatan yang dicintai serta diridhai Allah swt, baik yg bersifat lahir (nampak) maupun bathin (tersembunyi).

Namun ada sebagian orang yg kurang benar dalam memahami arti dari ibadah. Mereka menganggap ibadah hanyalah terbatas pada ibadah ritual yg tercantum dalam rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Padahal sebenarnya ibadah sendiri tidak mempunyai arti sesempit itu. Sebaliknya rukun Islam inilah yg seharusnya menjadi titik tolak bagi seorang muslim dalam merealisasikan ibadah dalam seluruh aspek kehidupannya.

Muhammad Quthb dalam sebuah bukunya menuliskan: “Perasaan seorang muslim dalam perjalanan mencari rizki, mencari ilmu, mengupayakan kemakmuran bumi dan setiap aktivitas fisik, akal dan jiwanya adalah (bisa bernilai) ibadah. (Nilai) Ibadah yg dilaksanakan dengan keikhlasan yg sama dengan keikhlasan untuk melaksanakan (ibadah) shalat.” Ternyata menuntut ilmu, mendidik & membesarkan anak, bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga, bahkan menyingkirkan duri dari jalanan pun bisa mempunyai nilai ibadah. Tentunya ada syarat-syarat tertentu, hingga sesuatu yg kita kerjakan dinilai Allah sebagai ibadah.

Syarat Diterimanya Ibadah
Tiga syarat yg harus dipenuhi agar ibadah kita diterima Allah swt:

  1. Lillah, yaitu niat yg ikhlash, niat hanya karena Allah swt semata, niat hanya untuk mencari keridhaan Allah swt.
  2. Billah, yaitu pelaksanaannya seperti yg diperintahkan Allah dan yg dicontohkan oleh Rasulullah (ittiba’). Misalnya, kita mecontoh bagaimana Rasulullah shalat, puasa, bersillaturrahiim, bertetangga, bertutur kata, memimpin umat dan sebagainya.
  3. Illallaah, yaitu dengan tujuan hanya untuk mencari keridhaan Allah semata. Firman Allah: Dan di antara manusia ada orang yg mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS. 2:207)

Jika salah satu saja syarat di atas tidak terpenuhi dalam melaksanakan peribadatan kepada Allah swt, maka ibadah tersebut tertolak dan tidak bernilai ibadah di sisi Allah swt.

Bekerja Bisa Bernilai Ibadah di Sisi Allah SWT
Melaksanakan suatu aktivitas kebaikan (hal yang halal atau mubah) di luar peribadatan misalnya bekerja mencari nafkah, maka syarat minimal yg harus terpenuhi agar pekerjaan tersebut dapat bernilai ibadah di sisi Allah swt adalah memenuhi persyaratan ‘lillah’ yaitu niat yang ikhlash, niat untuk menafkahi keluarga, niat mencari rezeki yang baik & halal, …niat untuk mencari keridhaan Allah swt.

Rasulullah saw bersabda: “Bahwasanya segala amal perbuatan itu tergantung pada niat…” (HR. Bukhari-Muslim).

Contoh, seseorang yg pergi bekerja dengan niat hanya untuk mencari dunia semata atau untuk menumpuk harta semata tanpa dibarengi niat yg lebih dari itu, yaitu niat ikhlash atau niat untuk menafkahi anak dan istri dengan rizki yg baik & halal, maka gugurlah nilai ibadah dari usaha kerja tersebut walaupun dia berhasil memperoleh apa yg dia inginkan atau niatkan yaitu uang atau harta.

Maka… Jangan sia-siakan segala bentuk aktifitas kebaikan kita sehari-hari walau hanya menyingkirkan duri dari jalanan, ber-niatlah-lah dengan ikhlash, maka insya allah semua aktivitas kita bisa bernilai ibadah & pahala di sisi Allah swt. Dan jangan lupa ucapkanlah basmallah atau do’a-do’a yang dicontohkan Rasulullah saw.

Taqwa adalah tujuan Ibadah.
“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yg telah menciptakanmu dan orang-orang yg sebelummu, agar kamu bertaqwa”. (QS. 2:21)

Ayat tersebut menerangkan bahwa tujuan dari ibadah adalah untuk membentuk insan yg bertakwa. Jika ibadah itu tidak menghasilkan takwa, maka perlu ditinjau kembali kebenaran niat & pelaksanaan ibadah tersebut. Apakah sudah benar ia berniat dengan ikhlash mencari ridho Allah, apakah cara pelaksanaannya sudah sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasulullah, dsb. Hasil dari takwa seorang muslim yg telah mampu mencapai derajat takwa akan diberi Allah beberapa hal, diantaranya:

  1. Furqan, yaitu pembeda antara yg haq dan yg bathil. “Hai orang- orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan …” (QS. 8:29). Banyak orang yg kini melihat sesuatu yg bathil itu seperti yg haq dan sebaliknya sesuatu yg haq itu seperti yg bathil hingga terjadi percampuran antara haq & kebathilan. Disinilah urgensi furqaan, yg dengannya kita dapat membedakan dan melihat dengan jelas bahwa sesuatu yg haq itu haq dan yg bathil itu bathil.
  2. Jalan keluar, rizki dan kemudahan. “…Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tidak disangka-sangkanya … Dan barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (QS. 65:2,3,4). Misalnya sebuah keluarga berada dalam kesulitan ekonomi. Tiba-tiba secara tidak disangka-sangka keluarga tersebut mendapat hadiah yg dapat mereka gunakan untuk meringankan beban ekonomi tersebut. Inilah rizki yg Allah janjikan bagi orang yg bertakwa.
  3. Berkah atau kebaikan yg banyak. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, …” (QS. 7:96). Sepiring makanan yg mempunyai berkah akan dapat mengenygkan sekeluarga. Sebalik-nya, makanan yg tidak mengandung berkah tidak akan dapat mengenygkan, walaupun hanya satu orang.
  4. Ampunan & Surga. Dan bersegera-lah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disediakan untuk orang-orang yg bertaqwa, (QS. 3:133) Selain itu masih banyak lagi hasil dari takwa yg disebutkan dalam Al-Quran. Siapakah yg ingin mendapat anugerah tersebut? Berusahalah menjadi manusia yg bertakwa dengan jalan taat beribadah kepada-Nya.

Dari berbagai sumber,
Wallahu ‘alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: